Entah apa yang harus kutulis disini

Entah apa yang harus kutulis disini.

Berkat kah ? Teguran ? Amarah ? Tangis air mata ?

Kekecewaan pada diri ? orang lain ? atau, bahkan Tuhan ?

Masa lalu yang pahit ? kelam ? pedih ?...............................................

......................................Masa lalu yang manis ? tawa ? bahagia ?


Kebanggaan kah ? Daftar keburukan ?


Dosa-dosa yang terlihat ? Perbuatan hitam yang tak seorang pun tahu ?

Apakah kelebihan ? Kesedihan ?

Makna hidup ? Tujuan hidup ?

Cita-cita ? Penyesalan-penyesalan ?

Kebencian ?

Putus asa ?

Rendah diri ? Tinggi hati ?

Masa depan yang tak pasti ?

Ketidakpastian ?

Bagaimana dengan pengharapan ?

..................................................................................................... Kasih karunia ?



Anugerah ?.....................................................................................................

Lalu bagaimana dengan pengalaman-pengalaman iman ?

Segudang pelayanan-pelayanan selama ini ?

Bagaimana dengan Tuhan ?

Entah apa yang harus kutulis disini.



Hadiah Bagi Sang Raja (3)

Sambungan dari part 2

Mur dalam Kitab suci muncul dalam Yohanes 19 dimana Nikodemus menggunakannya untuk meminyaki mayat Tuhan Yesus. Mur biasanya dibawa kepada orang yang sudah meninggal dan dalam hal ini melambangkan seorang Nabi yang akan dibunuh. Jadi dalam pemberian itu tersirat makna bahwa Yesus adalah Raja, Imam dan Nabi yang akan dibunuh. Iman seperti ini tidak terdapat di Israel melainkan diluar orang Israel. Kadang Yesus mempermalukan iman dari orang Israel dan berkata ,” Iman seperti ini tidak pernah Aku jumpai di Israel!”

Jadi orang Israel yang notabene beragama dan hidup mempelajari Kitab Suci tidak pernah bertumbuh dalam iman, tidak menerobos melihat kepada Kristus lebih dalam lagi dan akhirnya mati dalam penafsiran tertentu saja. Jauh sebelum orang banyak percaya siapa Yesus, sebelum murid Yesus mengakui Yesus itu siapa, Orang Majus sudah mengetahui bahwa Yesus itu Raja, Imam dan Nabi (yang tersirat dalam persembahan itu). Orang Majus seperti ini adalah orang yang berbahagia.

Tuhan ijinkan cerita Orang Majus ini dicatat di dalam lembar pertama Injil Matius. Untuk apa? Untuk mempermalukan seluruh silsilah orang Yahudi. Orang Yahudi punya silsilah yang luar biasa dari anak Abraham, anak Daud sampai Kristus. Namun setelah itu tidak ada lagi orang yang punya iman yang mengarah kepada Tuhan Yesus. Maka muncullah orang diluar silsilah Yahudi dan orang itu adalah orang Majus. Sekarang ini, mungkin orang-orang Non-Kristen sudah lama Tuhan persiapkan menjadi orang Kristen hanya kadang waktunya belum sampai dan Tuhan sudah menguji iman mereka. Dalam katekisasi misalnya ada orang yang mengikuti pembinaan 17 kali lalu ujian dan wawancara tetapi belum juga dapat lulus. Ada yang merespon bahwa hal itu tidak apa-apa dan tetap setia ikut pembinaan sekali lagi, ada pula yang marah-marah tidak terima. Disini kelihatan mana yang tahan uji dan yang tidak.

Orang majus setelah tiba bertemu Yesus waktu itu harus memutuskan untuk terima atau tidak. Mungkin di perjalanan mereka sudah membayangkan anak ini akan elok atau akan disambut dengan meriah dengan jamuan makan atau minum oleh orang tuanya. Alkitab tidak mencatat bahwa mereka diberikan minum, dan diberikan roti. Sekarang ini, banyak orang mau percaya Yesus dengan diimingi tawaran yang menggiurkan oleh pendeta palsu. Percaya Tuhan Yesus akan menjadi kaya, segala penyakit sembuh oleh bilur-bilurNya. Reform tidak memakai cara tawaran seperti itu.

Waktu orang Majus melihat Tuhan Yesus, mereka dihadapkan dengan keputusan untuk kembali ke Herodes atau pulang kampung atau menukar hadiah. Orang Majus tetap setia, dan tidak mengganti hadiahnya. Kalau Yesus bukan Tuhan, ini tidak mungkin. Sekarang saya tanya, “Siapa yang memikirkan untuk persiapkan kado untuk Tuhan? Kalau iya, kado apa yang akan diberikan?” Jika mau meniru orang Majus yang memberikan emas, kemenyan, dan mur itu barang semua Tuhan yang ciptakan dan Tuhan yang punya, sang penguasa Alam. Lalu hadiah apa yang paling Tuhan senang? Jawabannya yaitu Saudara membawa jiwa kepada Tuhan Yesus. Orang Majus waktu datang bukan karena hadiahnya yang besar sehingga Tuhan berkenan melainkan jiwa mereka, hidup mereka yang rela berkorban untuk datang. Itulah yang bernilai. Tuhan tidak butuh hadiah fisik orang Majus tetapi orang yang datang mengantarkan langsung lah yang diperkenanNya.

Gembala datang tidak membawa kado, tidak sempat pulang mandi, masih bau-bau karena mereka datang di hari H Yesus lahir. Gembala datang tidak membawa kado dan tidak pernah berkata ke Maria bahwa nanti kadonya akan menyusul. Tidak ada itu. Mereka pulang dan tidak berikan kado lagi. Mengapa? Karena Tuhan Yesus tidak butuh kado materi. Hati dari gembala yang datang, itu Tuhan perkenan. Amin?

Saya tanya saudara, dalam hari Natal ini saudara sudah persiapkan apa? Apakah dengan pikiran menerka-nerka, “Oh Natal kayak begini, Oh Yesus kayak begini… ya sudahlah”. Jika seperti itu, saudara ibarat menjadi orang Majus yang sudah melangkah akhirnya bertemu dengan Tuhan Yesus lalu menjadi kecewa dan saudara pulang. Atau saudara seperti Herodes yang tidak mau datang tapi hanya dengar informasi lalu menolak semua berita itu? Atau saudara sebagai imam-imam kepala yang ada di Yerusalem yang mengerti Alkitab tapi tidak mengerti siapakah Tuhan Yesus itu.

Yesus sudah lahir begitu lama, tapi Yerusalem semua masih sepi dan tidak ada orang yang mengetahui. Yesus sudah lahir 2000 tahun lebih, tetapi masih banyak orang yang masih belum mengenal Tuhan Yesus. Saya pernah bicara sama supir taksi tentang Tuhan Yesus. Dia tanya saya, “Yesus itu siapa ya? Saya belum pernah dengar ada Yesus”. Heran saya. Supir Bluebird di Jakarta. Teknologi sudah begitu maju, informasi gereja begitu banyak, tapi Yesus tidak pernah diketahuinya. Ini suatu fakta yang cukup mengagetkan. Saudara yang datang ke tempat ini, sudah siapkan kado apa? Kalau Tuhan sudah memberikan kado yang begitu besar, yaitu diri-Nya sendiri, saudara kasih apa?

Biarlah saudara sungguh-sungguh membuka hati dan kembali kepada Tuhan serta kembali berespon kepada Nya. Saudara sudah berjalan begini jauh, mungkin ada yang 2 jam, 1,5 jam atau 1 jam. Sudah ikut Natal seperti ini, maukah Saudara membuka hati? Atau Saudara sudah datang susah-susah, saudara kecewa lalu pulang. Dan saudara yang membuka hati, Tuhan tidak melupakan saudara. Mari kita berdoa.

sumber : http://www.facebook.com/notes/soney-lie/ringkhot-mrii-kebon-jeruk-kkr-natal-univ-esa-unggul-minggu-20-des-2009-hadiah-ba/181638538530774

Hadiah Bagi Sang Raja (2)

Sambungan dari part 1

Mari kita lihat rahasia Orang Majus dalam menjalankan misi ini. Pertama, Setelah Orang Majus mendapat berita keselamatan, mereka pun pergi meninggalkan tempat asal mereka dengan membawa barang bawaan beserta budak-budaknya. Selama diperjalanan, mereka tetap setia mempertahankan barang bawaan mereka (emas, kemenyan dan mur) dengan taruhan dapat dirampok atau dibunuh. Kedua, sebenarnya Orang Majus dapat menyuruh budak-budaknya untuk pergi mengantarkan semua itu tanpa harus turun tangan dan tidak perlu repot antar sendiri seperti orang kaya menyuruh kurir untuk antar barang. Ketiga. Biasanya seseorang yang memberikan persembahan kepada bayi yang baru lahir, akan sungkan kepada bayinya atau orang tuanya? Pastilah sungkan ke orang tua bayi. Selanjutnya, orang memberikan besar persembahan pastilah cenderung melihat siapa orang tua bayi. Jika bayinya adalah anak orang susah maka diberikan persembahan yang biasa saja. Jika orang tua si bayinya adalah seorang bos besar maka diusahakan mencari yang agak mahal.

Namun bagaimana dengan orang Majus ini. Sudahkah mereka mengenal Maria dan Yusuf sebelumnya? Kalau belum kenal, mengapa mereka nekad melakukan itu semua? Orang majus waktu membawa hadiah bukan sungkan kepada Maria dan Yusuf, bahkan sebelumnya mereka tidak tahu siapa Maria dan Yusuf. Mereka lihat bukan orang tua si bayi, tetapi bayi itu sendiri. Mereka tahu anak ini anak siapa. Anak ini adalah Anak Raja. Maka mereka membawa persembahan yang sesuai dengan siapa yang akan menerima. Karena Raja yang akan menerima, maka mereka memberi persembahan untuk sang Raja. Koq Raja bisa Anak. Koq Anak bisa Raja? Kalau raja menurunkan anak, anak itu pastilah akan menjadi anak raja yang akan meneruskan pemerintahan. Keturunan raja pastilah lahir di istana, kalau anak lahir di palungan pastilah bukan anak raja.

Inilah iman yang luar biasa yang dimiliki oleh Orang Majus itu. Ia punya iman yang menerobos sampai dalam sekali. Jika Yesus bukan Tuhan, tidak mungkin Orang Majus melakukan hal bodoh tersebut. Banyak orang tidak mau percaya Tuhan Yesus. Namun kita yang sudah mengetahui dari sudut kelahirannya ini, dapatlah menyimpulkan bahwa tidak mungkin Yesus bukan Tuhan. Bayangkan saja, siapa yang mau mengantarkan persembahan besar untuk anak kecil yang masa depannya tidak diketahui? Orang Majus mengetahui masa depan Anak ini dan mereka tahu siapakah Anak ini. Kalau tidak, tidak mungkin mereka meninggalkan kampung halaman dan berjalan tanpa arah hanya dengan mengikuti bintang yang bisa membawa mereka. Mereka meninggalkan anak mereka dan segala yang ada di Timur itu.

Jikalau Yesus bukan Tuhan, Herodes akan nyaman dan tidak tergoncang imannya. Seorang Presiden tidak akan pernah takut bahwa kepresidenan dia akan direbut oleh seorang bayi. Tidak ada Presiden yang perintahkan kepada menteri, “Cari seorang anak dibawah dua tahun di rumah sakit A dan bunuh dia, karena kelak dia akan jadi presiden”. Kalau ada, maka presidennya kurang waras. Mengapa? Raja itu saingannya adalah raja karena raja takut diserbu oleh raja lain. Semua raja takut dikudeta raja saingannya, ditaklukkan dan akhirnya menjadi budak. Semua raja, tidak pernah takut dengan anak kecil karena militernya sangat kuat, untuk apa takut kepada anak kecil? Namun, Alkitab mencatat bahwa Herodes dengan kekuatan yang sangat besar, dia takut kepada Anak Kecil dan memerintahkan bunuh semua anak kecil dibawah umur 2 tahun. Jikalau Yesus bukan Tuhan, ini tidak mungkin terjadi.

Setelah bertemu Herodes, orang Majus dihadapkan dengan dua utusan. Awalnya diutus oleh Tuhan untuk bertemu anak yang bernama Yesus, lalu diutus oleh Herodes untuk memberitahu dimana keberadaan anak itu setelah mereka menemukannya. Menjadi utusan herodes pastilah akan mendapat pahala dan upah karena menjalankan amanat raja. Mereka harus memilih untuk taat kepada siapa. Mereka diutus oleh Tuhan, lalu diutus oleh Herodes kemudian bertemu dengan Tuhan Yesus. Setelah bertemu Yesus, Alkitab mencatat bahwa mereka pulang melalui jalan lain dan tidak kembali ke herodes. Ini beresiko tinggi untuk dibunuh karena dianggap sebagai pengkhianat.

Orang Majus setelah bertemu Tuhan Yesus jika kembali ke kampung halaman, di tengah jalan pasti akan dibunuh oleh anak buah Herodes. Sama seperti kita, jika percaya dan kenal Yesus, apakah semua akan lancar dan aman, hidup sukses dan rekening bertambah terus? Lihatlah orang Majus sekarang, kemanakah mereka dapat lari? Orang Majus tidak dapat menyamar karena menyamar apapun tetap terlihat ke-Yahudiannya. Seperti orang China yang menyamar di tanah Arab , seperti orang Negro yang bersembunyi di tengah kulit putih. Orang kafir dengan orang Yahudi wajahnya, cara jalannya dan bajunya berbeda. Kalaupun mereka didandani dan berjalan seperti orang Yahudi, bagaimana dengan nasib budak-budaknya. Mungkinkah semua didandani juga? Mungkinkah budak-budaknya tidak akan berkhianat dan melaporkan? Namun Tuhan terus menjaga langkah hidup mereka dan akhirnya mereka diberkati oleh Tuhan. Jadi jangan takut mengikut Tuhan meskipun ada ancaman. Kalau belum saatnya mati, tidak mungkin mati. Amin?

Sewaktu Orang Majus membawa persembahan emas, kemenyan dan mur semua itu ada artinya. Emas pertama kali ditulis dalam PL di Kitab Penciptaan / Kitab kejadian pasal 2. Awalnya, emas diciptakan oleh Tuhan berada di Taman Eden. Manusia jaman dahulu belum mengerti nilai emas, setelah jatuh dalam dosa, perlahan mulai mengerti nilai suatu barang. Setelah mengerti nilai, mereka mengelompokkan mana barang yang bernilai dan mana yang kurang atau tidak bernilai. Barang yang mudah rusak, kurang bernilai. Barang yang awet, murni, susah diproses harganya menjadi mahal. Penemuan emas menjadi satu hal yang spektakuler pada masa itu, karena tidak berkarat, berkilau-kilau, mewah dan berat. Akhirnya emas menjadi satu benda yang bernilai sangat mahal.

Di PL, emas dipakai sebagai upeti untuk disembahkan kepada Raja dari bangsa-bangsa lain. Selain itu emas juga diberikan kepada ilah yang disembah. Pada masa itu, dibentuk semacam dewa-dewa yang dilapisi dengan emas karena manusia sadar bahwa emas merupakan pemberian dewa-dewa itu. Waktu jaman Musa saat pembangunan kemah pertemuan / kemah suci, ALLAH meminta untuk dilapisi dengan emas. Jadi jelaslah bahwa emas tidak diberikan kepada orang miskin. Namun, sewaktu Orang Majus mendapati Yesus dan orang tuanya yang sangat miskin, mengapa mereka tetap memberikan emas tersebut? Bukankah mereka dapat berpikir ulang dan menukarkan hadiah selain dengan emas?

Yesus yang diketemui Orang Majus sebenarnya sudah berumur satu tahun lebih dan di dalam rumah sangat kecil, bukan masih di dalam palungan (banyak drama Natal yang salah tafsir). Orang Majus tetap berikan emas, ini namanya iman. Mereka sadar bayi itu adalah Raja dan Raja pantas menerima emas. Emas dianggap sebagai pemberian yang sangat terhormat kepada seseorang yang lebih tinggi derajatnya Waktu Yesus diberikan emas, berarti Orang Majus tahu bahwa Yesus adalah Raja.

Kemenyan dalam PL bukan dipakai untuk dukun. Kemenyan disiapkan menjadi satu korban yang ikut dibakar di dalamnya. Jikalau binatang yang dikorbankan, lemak harus dibakar agar timbul bau wangi-wangian. Namun jika korban sajiannya dari tepung maka kemenyan harus diberikan agar timbul bau wangi-wangian. Semua tugas itu adalah tugas imam sebagai pengantara manusia dengan Allah. Jadi kemenyan yang dipersembahkan menggambarkan Kristus sebagai imam yang menjadi pengantara antara manusia berdosa lalu membawa persembahan itu kepada Tuhan untuk minta ampun.

Bersambung ...

Cari Blog Lain

Program Bisnis Internet Gratis