Showing posts with label Self-Development. Show all posts
Showing posts with label Self-Development. Show all posts

Barang-Barang yang Mulai Punah : KOMITMEN

Nampaknya akhir-akhir ini dunia lagi benar-benar membutuhkan komitmen. Persediaan komitmen sudah sangat langka dan kalaupun ada harganya pun sangat mahal adanya. Komitmen dibutuhkan dalam segala aspek dan segala bidang mau itu bidang ekonomi, politik, budaya, sosial, pertahanan keamanan. Komitmen merupakan barang mewah yang dicari-cari mulai dari istana hingga rumah-rumah kumuh. Komitmen adalah hal yang diburu hampir semua kalangan mulai dari pemimpin negara hingga guru desa. Tidak ada satu bidangpun, orang pun, posisi pun yang tidak butuh apa yang kita sebut sebagai komitmen itu.



Memasuki tahun 2010 ini, komitmen menjadi barang yang mulai memasuki kategori 'punah' -- semakin langka dari pasaran yang ada. Bahkan tak jarang ada banyak orang yang tidak 'kenal' apa itu komitmen. Beberapa diantaranya bahkan suka memperdagangkan 'komitmen' dengan dicampur-campur dengan bahan lain menjadi KOMPLOS : Komitmen Oplosan. Komitmen jenis ini benar-benar tidak murni lagi adanya karena nilai sejatinya sudah tak ada.



Tentunya komitmen yang saya maksud disini bukanlah sesuatu dalam bentuk barang yang bisa dicari di toko-toko / supermarket terdekatmu. Ia bukan suatu gift/karunia yang hanya ada dan diberikan pada orang-orang tertentu saja. Ia juga bukan suatu hal yang mustahil untuk didapatkan dan dibentuk. Komitmen terbentuk dari keteguhan hati untuk melakukan apa yang ia yakini sebagai sesuatu yang benar, bernilai dan berharga secara konsisten tanpa dipengaruhi oleh keadaan yang ada.



Lebih mudah menulis artikel dan teori-teori tentang bagaimana menjadi orang yang berkomitmen daripada menjadi orang yang berkomitmen itu sendiri. Nilainya terlalu tinggi, harga yang harus dibayar terlalu mahal dan tidak jarang mereka yang berkomitmen adalah mereka yang harus menyangkal dirinya dan melawan ego sendiri. Tidak ada komitmen yang terbentuk dalam kondisi aman dan nyaman. Kalaupun ada itu bukanlah komitmen yang sesungguhnya, komitmen seperti ini biasanya tidak bertahan lama.



Saya teringat dengan artikel kata-kata bijak mengenai komitmen yang membuat saya berpikir kembali sesungguhnya apa itu komitmen sendiri :



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, "Kamu cantik."



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, "Saya percaya pada Papa. Papa tetap yang terbaik."



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka 'Ayah' dan 'Ibu'.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, "Tuh, apa kubilang! Makanya."



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.



Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.



Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri.


Izinkan saya menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang perempuan bijak yang saya temukan beberapa waktu lalu:



"In the final analysis, commitment means: 'Here I am. You can count on me. I won't fail you.'"





Failure

READ: Matthew 26:69-75

According to columnist Perry Buffington, a licensed psychologist, failure takes on a life of its own because the brain remembers incomplete tasks or failures longer than successes or completed activities. It’s called the “Zeigarnik effect.” Buffington states, “When a project or a thought is completed, the brain . . . no longer gives the project priority or active working status.

. . . But failures have no closure. The brain continues to spin the memory, trying to come up with ways to fix the mess and move it from active to inactive status.”

Peter failed in many ways, but Jesus fixed the mounting mess of the apostle’s failures and moved his blunders from active to inactive status. Peter failed in at least two ways that people most fear: being powerless in a crisis and awkward in a social setting. In the most important times of his life with Jesus—the Caesarea Philippi scene (Matthew 16:20-23), the transfiguration scene (17:1-4), and the foot-washing scene (John 13:4-10)—Peter said the most inappropriate things. He failed because the deluge of his pride overpowered him, and he attempted to blanket himself in his own strength. At the arrest of Jesus, he collapsed and became a pathetic coward (Matthew 26:69-75). His heart deceived him and he denied his Teacher and Lord. But Jesus gave him a second chance and moved his failure from active to inactive (Mark 16:7; John 21:15-17).

Jesus can move our failure to inactive status when we realize that He’s bigger than our failures and He’s willing to give us another chance. If our failures are the result of sin, then we should confess our sins to God and genuinely repent (1 John 1:9). When we fail, we can and should get up again (Proverbs 24:16). And we should press on in Jesus’ power (Acts 3). —Marvin Williams

Dead to Sin, Alive in Christ

Tonight I take a quiet moment, sit nearly & listen carefully to what God said. I open ODJ website and find today devotional topic. It discussed about "Dead to Sin, Alive in Christ".

READ: Romans 6:1-13

Cleaning my home is not my preferred choice of activity most days, but I do enjoy the fruit of my labor once the task is done. I don’t mind the dusting or the vacuuming; it’s the endless prerequisite task of straightening that bores me. The other day, when I found a small puzzle piece, I was tempted to throw it away. I had bigger tasks to tackle and didn’t want to be sidetracked. I realized, though, that without that small piece the puzzle would remain forever incomplete, and the other pieces would soon follow the one into the trash.

Like throwing away an inconvenient, left-behind puzzle piece, we may find it tempting to brush aside what we define as a small issue of sin. We reason that its impact will be minimal because it seems inconsequential. The call for every believer, however, is to pursue character that reflects God’s own (Philippians 1:6,9-11). Reminding us of God’s love for us, the Song of Solomon reveals that we have a role in protecting our love relationship with Jesus: “Catch all the foxes, those little foxes, before they ruin the vineyard of love, for the grapevines are blossoming!” (2:15).

When describing the death that sin brings, Romans 6:23 doesn’t differentiate between size or category. Any sin we willfully hang on to brings separation from God (Isaiah 59:2) and eventual death. In our spiritual lives, we can keep away the little foxes by: • Guarding our hearts. The enemy often uses our desires and temptations to open the door to sin (Proverbs 4:23). • Confessing our sins. Admitting our failings reminds us that in our own strength we miss the mark, but through God transformation is possible (Romans 6:7).


It remind me not to enjoy my sin since I've been set free from being slave of sin. Being a Christian since I was in Sunday School doesn't make me a 100 % holy person. Accepting Christ as my Saviour didn't guarantee that I will become an sin-invulnerable-person. The fact is I'm still doing sins. Fall down, stand up, fall again. Uniquely what makes me fall is "small" sin. I do know that sin is sin. There is no small, medium or large size as we usual order beverages in fast-food restaurants. What I called "small" sin is every action/behaviour that I think It-is-ok-and-normal, but It leads to sin. Something like anger, dirty-unused words, "white" lying, too-much-proud, self-centered, and several sins that become my daily friends.

It's not easy to control my eyes, mouth, not to mention my heart. Motivation beyond my action is one of them. I have learnt that every time I am far away from God, the sin will take control. When God doesn't exist, evil does. When God is "released" from my mind/heart, evil will take His place. When we "released" God ? It is the moment when our relationship with God is so broken, so rarely. When we do not enjoy our devotional time, when we do not have time to pray, evil will whisper. The point is our relationship with God, based on quality not quantity. When we enjoy Him so much, we will keep dealing with the small sins. So, when we reflect moment of sin, it must be moment where God doesn't become number one in our heart ; He is not primary, just second place.

Is it easy ? No, off course. This theory is simple to read but hard to act. Since we are "trapped" in our mortal flesh. We struggle. We defend. We win. Knowing our weakness points will be the first to-do-list.

Let's fight together,


Warrior of Christ.

[Resensi] Alangkah Lucunya Negeri Ini

Sebuah film komedi satir tentang kondisi yang terjadi di negeri "zamrud khatulistiwa" ini. Bukan dongeng, bukan impian, tapi fakta. Bukan sebuah tayangan yang menjual sisi komersialitas. Bukan pula tayangan murahan. Film yang lolos seleksi awal kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam ajang Academy Awards 2011 ini adalah salah satu karya terbaik anak bangsa. Banyak pelajaran bermakna di dalamnya. Sentuhan nasionalis, idealis dan populis bercampur dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terbalut dengan bumbu komedi. Simple, edukatif, dan down-to-earth.


Tagline : PENDIDIKAN itu penting. Karena berpendidikan, maka kita tahu bahwa pendidikan itu tidak penting.

MULUK, sarjana Manajemen, tak pernah putus asa mencari kerja meski selalu gagal mendapatkannya. MULUK tak pernah bosan masuk kantor/perusahaan untuk melamar, meski keluar dengan membawa kekecewaan.

Tapi kekecewaan itu menjadi kekesalan ketika memergoki seorang anak remaja tanggung yang seenaknya mencopet seorang lelaki tua. MULUK menyergap pencopet itu sambil mengancam akan melaporkannya kepada polisi.

Namun, pertemuan dengan pencopet bernama KOMET itu, ternyata membuka peluang pekerjaan bagi MULUK. KOMET membawa MULUK ke markasnya, dan berkenalan dengan BOSS-nya bernama JAROT. Di sana ternyata berkumpul anak-anak seusia KOMET, yang kerjanya hanya mencopet. Mereka terbagi tiga kelompok: COPET MALL, COPET PASAR, dan COPET ANGKOT.

MULUK menawarkan ilmu manajemen yang dikuasainya untuk mengelola keuangan para pencopet, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu.

Dengan uang yang dikelolanya, MULUK membuat program untuk mendidik para pencopet agar kelak tidak lagi mencopet. Untuk melaksanakan program itu, MULUK dibantu dua rekannya, yaitu SAMSUL (sarjana pendidikan) yang kerjanya cuma main gaple di pos ronda dan PIPIT (juga sarjana/D3) yang kerjanya cuma mengikuti kuis di TV. Mereka memberikan pelajaran agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan kepada para pencopet.

Berhasilkah MULUK, SAMSUL, dan PIPIT mendidik para pencopet itu ?


download link : part1 dan part2



Dosa itu Nikmat, tapi ... (part 2)

Prasyarat Dosa
Pada akhirnya setiap kita tidak ada yang terlepas dari apa yang namanya dosa. 1x 24 jam sehari kita dipenuhi dengan pilihan-pilihan berdosa atau tidak. Ada 86400 detik sehari, dimana dosa terus menerus tanpa lelah menggoda kita. Ia menggoda kita dengan kenikmatannya. Jika tidak nikmat, tak mungkin manusia mau melakukan dosa tersebut.

Yah paling tidak ada 3 prasyarat untuk melakukan dosa yaitu :
- Ada kesempatan untuk berdosa
- Tidak ada yang tahu kita berdosa
- Keuntungan/ Kenikmatan dari dosa itu sendiri

Saya pikir 3 hal di atas juga dialami oleh Adam dan Hawa. Mereka punya kesempatan. Mereka pikir tidak ada yang lihat. Mereka tergiur dengan kenikmatan dosa itu sendiri. Coba deh waktu itu, ada Allah disamping mereka, pasti mereka ga bakal berani makan buah itu sembarangan. Tapi kalo uda gitu ya skenarionya jadi berubah lagi dong ya hehehe ...

Dosa-dosa yang nikmat
Ada beberapa contoh dosa-dosa yang nikmat seperti :

- Tinggi hati
Dosa jenis ini benar-benar mengasyikan. Kita dipandang oleh orang lain sebagai pribadi yang sholeh, baik, pinter, memiliki kuasa, ganteng, cantik, dll. Pas kita dipuji oleh mereka, itu rasanya bangga betul. Segala kemuliaan memang milik Allah, tapi saya 'kecipratan' dikit dong kan pengen dimuliakan juga hehe.. Ketika orang bertepuktangan, orang jenis ini akan berkata "Ya! Tepuk tangan dan pujian ini untuk semua kerja keras dan jerih lelah saya selama ini. I'm deserved it.." Atau bagi mereka yg punya posisi tertentu dalam organisasi, dapat dengan bangga bilang walopun cuma ke dirinya sendiri : "Untung ada saya sebagai koordinator. Coba ga ada saya, ga bakal jalan event ini!". Atau mungkin kita sering jumpai orang-orang yang menggunakan keminderannya agar dapat dipuji balik oleh orang lain. Semakin ia mempertunjukkan keminderannya, semakin orang itu menyemangati dia. "Ah, saya mah ga bisa apa-apa". Pertanyaannya : "Apa benar dia ga bisa berbuat apa-apa ?" Bedakan orang yang rendah hati dengan orang yang rendah diri nan tinggi hati ini. Biasanya penyakit ini menyerang orang-orang yang mengganggap diri "LEBIH" dari orang lain, termasuk didalamnya : narcisme.

- Korupsi (nilai, waktu, uang, dll)
Mencuri apa yang bukan hak kita. Mungkin ini definisi yang sederhana untuk kata korupsi. Setiap kita pun pernah mengalaminya. Korupsi nilai : harusnya sih dapat nilai 6 sesuai kemampuan kita. Dosen kasih nilai 8. Trus kita diem-diem aja, sambil berkata "Puji Tuhan, ini berkat ! What the ??? Korupsi waktu ? Oh jenis ini sudah lumrah apalagi di ibukota yang jalanannya sempit dan macet melulu. Janji jam 9 dateng jam 9.30. Yah telat cuma 30 menit sih, itu juga gara-gara jalanan macet. Jam Karet ? Itulah korupsi waktu. Kasian mereka yang nungguin kita selama kita korupsi ini. Korupsi uang ? Well, jaman sekarang kerja ga korupsi mah jadul banget. Mana bisa kaya dengan gaji kita yang apa adanya. Kalo mau kaya, ya curi sana, curi sini. Kongkalikong dikit lah, namanya juga bisnis. Ga ada yang 100% jujur. Ini yang saya dengar dan saya tahu di dunia kerja. Orang macam Gayus ada jutaan jumlahnya. Mulai yang korupsi duit receh, hingga korupsi dana bantuan bencana alam kek Bupati Nias (baca detik.com). Ada yang ketauan, ada yang kaga. Yang ketauan, yah maap Anda kurang beruntung. Yang kaga ketauan, pakai jurus apa, Pak ? Makin banyak korupsi, makin cepet kaya. itulah nikmatnya korupsi.

- Pornografi dan masturbasi
Ini dosa yang menggoda dan mengiurkan. Bagaimana tidak ? Yang ditawarkan di dalamnya ialah seks. Seks adalah salah satu naluri dasar manusia, sehingga ga heran seks begitu dipuja-puja. Siapa yang tergiur melihat kemolekan tubuh wanita. Siapa yang tak terggoda melihat si 'dia' yang tersembunyi. Bagi mereka yang takut berhubungan seks dan hamil, ada solusinya : masturbasi. Masturbasi ato yang lebih dikenal dengan istilah 'self-service' alias onani, bukan menjadi barang tabu lagi. Ini adalah sarana pemuas nafsu yang sudah tak terbendung lagi akibat melihat tayangan pornografi. "Daripada saya hamilin anak orang, mendingan masturbasi. Aman. Murah. Enak". Bahkan ada banyak dokter Kristen yang bilang kalau masturbasi itu tidak dosa, justru alamiah dan memang harus dikeluarkan. benar-benar ngaco ! Nyatanya Sang Pencipta kita sudah merancangkan apa yang disebut sebagai 'mimpi basah' sebagai saluran pembuangannya. Jadi tidak ada alasan kesehatan untuk kita melakukan masturbasi. Sekali melakukan orang tersebut akan merasakan kenikmatan dan akan ketagihan. That's why, tidak pernah kita disarankan untuk melakukan masturbasi karena tubuh kita adalah baitNya yang sudah dibayar lunas dengan darah dan pengorbananNya di kalvari. Godaan akan selalu ada. Tapi itulah dosa, nikmat bukan ?

- Hedonisme
Siapa yang ga suka senang-senang ? Siapa yang ga suka menghambur-hamburkan uang dan belanja ? Semua orang suka senang. Tidak ada yang tidak suka dengan kesenangan. Paham hedonisme mengajarkan kita untuk hidup dengan bersenang-senang. Hura-hura dan kepuasan diri dalam kesenangan konsumtif itu adalah bagian dari hedonisme. Hidup untuk bersenang-senang karena hidup ini cuma sekali. Enjoy it ! Have fun with it ! Beli ini, beli itu. Makan ini, makan itu. Nonton ini, nonton itu. Apalagi untuk mereka yang sudah bekerja, pola hedonisme ini benar-benar sungguh sangat menggoda sekali. Coba bayangkan mereka kerja dari Senin hingga Jumat (jam 8 - 17) kadang lembur, kadang ga pulang. Sehingga bukan hal yang mengherankan, jika hari Sabtu-Minggu dihabiskan untuk bersenang-senang dan memuaskan diri yang sudah lelah bekerja ini. Hedonisme = semua untuk kepuasanmu! Apakah ini kurang nikmat ?

- Merokok
Ini tantangan utama kaum lelaki. Merokok adalah simbol kejantanan dan pengakuan diri. Dengan merokok, berpikir jadi lebih lancar. Masalah sedikit reda. Padahal kenyataannya, justru malah mendatangkan penyakit. Tapi ya biar bagaimanapun untuk si perokok, merokok itu nikmat. Iya ga ?

- Malas
Ketika rasa malas menyerang, mau ngapa-ngapain jadi malas. Mau belajar, tidak jadi. Mau ke gereja, ga jadi. Mau Sate, ga jadi. Disuruh bantuin temen/ortu, malas. Malas. Rasa malas biasanya diikuti dengan frasa berikut : "Entar dulu aja, Nanti masih bisa". Malas berkawan dengan si penunda. Akhirnya ketika deadline tiba, tugas bertumpuk, konsentrasi terganggu dan stress. Biar bagaimanapun rasa malas dan menunda-nunda tetep menjadi teman yang nikmat untuk kita menikmati diri hehehe ...


Lingkaran Setan
Jatuh dalam dosa itu ibaratnya kek jatuh ke lingkaran setan. Selagi 3 prasyarat di atas terpenuhi, maka kita akan terus menikmati dosa. Mau sadar dosa atau kaga, tetap aja dosa itu nikmat. Katakanlah suatu saat kita menyesal dan ingin keluar dari suatu dosa tertentu, sayangnya sang dosa tak begitu saja rela jika kita meninggalkannya. Mungkin kita begitu menyesal, menyesali semua tindakan berdosa kita, namun sayangnya ada satu hal yang terlupakan disini : sinful nature. Tidak ada manusia yang dapat mengalahkan sinful nature tersebut. Kita menyesal sekarang dan lusa kita sudah berjumpa dengan dosa yang sama kembali. Kita kembali menikmati dosa tersebut. Kita tersenyum dengannya dan bercandagurau dengan dosa tersebut. Kita sadar, menyesal sungguh-sungguh, berjuang untuk lepas dengan segenap jiwa dan raga kita, namun sayang itu ga ada gunanya. Inilah yang dialami oleh orang-orang yang berada pada zona dosa-dosa nikmat di atas. Korupsi itu nikmat. Dipuja-puja itu nikmat. Seks itu nikmat. Masturbasi itu nikmat. Merokok itu nikmat bahkan terus menerus jatuh malas, itu pun sesuatu yang perlu dipertanyakan.

No Escape
Benar-benar tidak ada jalan keluar untuk masalah dosa. Niat saja tidak cukup! Dosa terlalu mengikat kita. Ia membelenggu kita. Ia terus menerus menggoda kita dalam bentuk-bentuk yang rupawan. Ia menawarkan kehidupan kita jaminan kesenangan dunia. Ia sanggup memberikan apa kita idam-idamkan : kesenangan, kemewahan, makanan enak, kenikmatan, kecantikan, kepuasan diri, kepintaran. Ia berbisik sedemikian halusnya sampai-sampai kita tidak sadar kalau kita sedang berdosa. Dosa itu sungguh nikmat. Kenikmatannya tiada tara. Begitu mengundang setiap kita untuk tertawa dan menari bersamanya. Itulah dosa. Begitu indah, begitu rupawan, begitu menggoda.


Next : No Way Out ???

Dosa itu Nikmat, tapi ... (part 1)

Dosa itu nikmat ? Ga salah tuh tulisannya ? Coba baca sekali lagi .
Tidak, tulisannya memang berbunyi demikian. Mau dibaca sepuluh hingga dua puluh kali kemudian juga isinya tetap sama. Dosa itu nikmat. Dengan sikap jujur dan sangat terbuka, saya berani bilang kalo dosa itu nikmat. Kenikmatan dosa terbukti dari lamanya dan seringnya kita melakukan dosa. Mungkin ada baiknya kita kembali mengingat apa itu dosa yang kita kenal selama ini.

What is sin
(dosa) ?
Dosa, dalam pengertian sederhana yang kita tahu sama tahu adalah setiap perbuatan yang melanggar perintah Tuhan (PPKN banget ga sih ?). Bagi orang Kristen, dosa dalam bahasa aslinya tertulis "Hamartia" yang berarti luput dari sasaran. Ibarat panah yang tidak tertancap di posisi tengah (titik pusat). Itulah "Hamartia", beda 1/2 cm pun itu sudah tidak tepat sasaran. Begitu tajam dan seriusnya dosa, sampai-sampai kata "Hamartia" yang dipergunakan untuk melukiskannya dalam Bible. Dosa sudah diperdengungkan begitu sering, baik melalui hukum taurat yang ditulis oleh Allah sendiri maupun di dalam kitab suci yang ditulis oleh manusia-manusia yang digerakkan oleh RohNya. Nampaknya dosa menjadi salah satu concern yang utama di dalam penulisan kitab injil.

Dosa telah meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Mulai dari mata, mulut, telinga, hingga kaki kita semuanya berdosa. Dengan mata, orang bisa menjadi liar. Dari mulut, orang bisa menjatuhkan sesamanya. Melalui tangan, nyawa manusia pun terkesan murah harganya. Semua aspek ini ialah aspek yang terlihat (eksplisit), dimana orang-orang sekitar kita dapat langsung menilai tingkah dan perilaku kita berdasarkan aspek-aspek ini. Di luar aspek eksplisit ini ada 2 aspek implisit yang hanya dapat dinilai oleh dirinya dan Penciptanya sendiri yaitu hati dan pikiran. Aspek implisit ini sifatnya jauh lebih berbahaya, bisa dimanipulasi kapan saja tak terbatas ruang dan waktu dan sangat tersembunyi sekali. Aspek implisit ini (hati dan pikiran) adalah penggerak utama dari aspek eksplisit yang selalu gampang dinilai orang. Kita cenderung lebih mudah menghakimi "dia orang baik", "dia sopan", dia religius", "dia dermawan sekali" berdasarkan apa yang dia lakukan (aspek eksplisit) tanpa pernah menyadari sekalipun apa motivasinya (aspek implisit) di balik ini semua. Sehingga tak heran, jika ada orang yang terlihat baik, padahal bejat. Ada pejabat yang terlihat jujur, padahal korup dan ada orang yang terlihat saleh, padahal ia munafik. Semuanya berawal dari motivasi . Semuanya berawal dari hati.

Disamping aspek eksplisit dan implisit di atas, ternyata ada satu hal yang sederhana, namun ternyata juga dapat menimbulkan dosa. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Itu adalah bunyi dari Yakobus 4 : 17. Aplikasi dari ayat ini cukup sederhana. Jika kita tahu ada nenek tua renta mau nyebrang jalanan ramai, tapi kita tidak bantuin, kita berdosa (even PPKN taught us to help those people huh ?). Jika kita tahu ada temen yg mo nyontek, tapi kita pura2 cuek ga denger dan ga nasehatin, itu berdosa. Jika kita tahu pengabaran injil itu penting, tapi kita diem aja dengan alasan ga berani PI, itu juga uda dosa. Ketika temen sekantor kita ada yang korup, trus kita tutup mata, itu uda berdosa. So, sebenarnya dosa itu gampang banget deh ngelakuinnya. Just close your eyes and says "nothing wrong" : IT'S SIN. Mau cari aman sendiri ? Dosa. Mau cari nyaman sendiri ? Dosa. Gampang dan simple bukan ? hehehe ...

Jadi sebenarnya kita dari kecil sudah terlatih dan terbiasa hidup di tengah-tengah dosa. Orang kata Pemazmur kita itu sejak dilahirkan sudah berdosa kok (Maz 58:4). Jadi uda sangat lumrah dan wajar sekali kalo anak-anak kecil yang tidak pernah diajarkan untuk berdosa, bakal bisa sendiri melakukan dosa. Lagipula selama ini keknya belum pernah ada tuh kursus berbohong, mengeles, membunuh, dsb. Anehnya, kita sekali diajarin yang kaga bener pasti langsung bisa. ANeh ga ? aneh banget buat saya ...

Sinful Nature ..
Setelah kita ngomong panjang lebar soal dosa dan definisi nan teoritis di atas, kita kembali lagi pada inti dari notes ini : dosa itu nikmat. Dosa sudah mulai menggoda manusia sejak zaman Adam dan Hawa. Pada waktu itu bumi begitu bersih. Alam begitu alami. Manusia dan hewan saling berteman dan berdekatan. Bahkan tertulis dalam Kitab Kejadian 3 : 8 bahwa Tuhan Allah sampai bisa jalan-jalan di Taman Eden dan berkomunikasi dengan manusia layaknya tanpa batas. Luar biasa intimnya bukan ? Bener-bener bikin ngiri deh kalo dibayang-bayangin kondisi dunia sebelum dosa muncul ... Nikmat bukan ?

Dosa pertama kali muncul bukan dengan label yang menyeramkan, bukan dengan kemasan yang biasa-biasa saja dan bukan pula konsep yang kaku. Ia ditawarkan dan dikemas dalam bentuk yang begitu menggoda mata, nikmat dan terlihat baik tentunya sehingga Hawa pun akhirnya terggoda dan jatuh ke dalam dosa. Dosa pertama terjadi bukan ketika Hawa makan buah terlarang itu. Dosa pertama terjadi ketika Hawa dalam pikirannya sudah memberontak terhadap perintah dan kehendak Allah (aspek implisit). Apa yang ditawarkan oleh sang iblis kepada Adam & Hawa ? Bukan rasa buahnya yang lezat, tapi kedudukan yang setara dengan Allah. Ingin menyamai Allah. Ini masalah utama manusia yang berakar dan diturunkan kepada manusia-manusia selanjutnya menurut gambar dan rupa dari manusia pertama itu sendiri. Dosa turunan. Suatu hasrat untuk berbuat dosa baik diinginkan maupun tidak. A sinful nature.

Salahkan Adam ...
Mungkin ada beberapa dari kita yang coba protes sambil berkata, "Itu kan dosanya Adam, kenapa kita yang jadi kena getahnya ? Coba saya yang jadi Adam, pasti ga bakalan ngelawan Tuhan. Apa susahnya sih ga makan buah 1 pohon itu doang. Kurang bahagia apa coba tinggal di Taman Eden". Hal ini cukup manusiawi karena pada dasarnya kita tidak suka dipersalahkan dan lebih suka menyalahkan orang lain. Adam ,manusia pertama yang dibuat dan diberi hembusan nafas kehidupan langsung oleh Allah sendiri, saja bisa jatuh ke dalam dosa, apalagi kita. Adam hidup di dunia yang belum mengenal dosa. Adam adalah representasi dari umat manusia yang ada, KITA. Segala tindakan Adam kemungkinan besar pasti akan kita lakukan juga, jika kita ada di posisi dia waktu itu.

Becoming God
Kalau kita mau jujur, bukankah di dalam diri kita ada natur untuk menjadi yang utama dan terutama. Kita senang menjadi yang nomor 1. Dunia ini beserta segala isinya sedang mengajarkan kita menjadi yang terpintar, tercantik, terkaya, tercepat, terkenal. Kita pun berlomba-lomba bersaing dengan orang-orang sekeliling kita. Kita tidak senang melihat dia lebih kaya dari kita. Kita tidak suka jika melihat ada orang yg lebih berhasil dari kita. Sehingga sering kita bertanya "Kok dia lebih berhasil dari saya yah ?". Dalam diri kita ada natur bersaing. Sesama kita adalah saingan kita. Mereka objek yang harus kita kuasai dan kendalikan, bukan lagi subjek.

Egosentris, itu namanya. Semua kehendak dan keinginan berpusat pada diri. Diri yang harus berkuasa. Diri yang dianggap pintar. Diri yang dipuja-puja. Egosentris, menikmati diri, sudah menjadi strategi si licik sejak zaman Adam. Ia tahu titik lemah sang manusia yang empunya kehendak bebas ini. Ia mau bebas. Ia tak mau dikekang oleh siapa pun, bahkan oleh Penciptanya sendiri. Egosentris, sang pemuja kenikmatan dunia dan raga. Ia yang menjadikan manusia berlomba-lomba menjadi yang paling diagungkan dunia. Apa kata dunia, itulah impiannya. Sanggup ia menggadaikan urat malunya. Ia mampu membuat keluarga terpecah belah. Ia sanggup membuat manusia menggadaikan jiwanya pada kegelapan, demi fana yang sesaat. Yang penting aku aman, damai, kaya, tentram dan bahagia - itulah impiannya. Tak perlu orang lain, tak kenal sanak saudara.

Pada dasarnya, tidak ada manusia yang suka diatur. Ia memiliki kecenderungan untuk bertindak bebas dengan kehendak bebas yang ada padanya. Kita pun orang Kristen tidak suka bukan ketika Allah menetapkan rencana-rencanaNya pada kita. KIta berontak. Kita kabur. Kita menangis dan bertanya "Why God ?" Ini bukan apa yang saya mau. Kita tidak suka bergumul, karena kita tahu kehendak Tuhan seringkali tidak enak dan berlawanan dengan apa yang kita mau. Kita lebih menikmati jalan-jalan daripada ketika di gereja. Kita lebih menikmati baca novel daripada kitab suci.

Next : Dosa-dosa yang nikmat.


Bersambung

Selingkuh Rohani

Selingkuh. Hmm....sebuah kata yang hanya terdiri dari 9 huruf namun memiliki dampak yang sangat hebat bagi manusia yang mendengarnya, terlebih bagi yang melakukannya. “Selingkuh” sinonim dengan tidak setia, tidak jujur, mendua hati. Banyak orang berfikir selingkuh itu hanya berkaitan dengan hubungan antar manusia, tapi sesungguhnya berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia. Dan terkadang tanpa kita sadari sebagai orang Kristen, kita sering melakukan selingkuh ini.

Kehidupan kekristenan yang sejati sesungguhnya dimulai dari hal yang rohani. Yang rohani itulah yang mempengaruhi hal yang fisik. Banyak orang salah persepsi, dengan menyangka bahwa jadi orang Kristen sudah cukup tanpa disertai perubahan karakter. Akibatnya mereka hanya menjadi Kristen-Kristen bunglon, yang suka berganti-ganti kepribadian tergantung lingkungan. Ada enam area rawan diselingkuhi:

1. WAKTU
Setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari. Namun sudahkah kita mempergunakannya dengan benar ? Banyak orang yang tidak tahu dan tidak mampu untuk memaximalkan waktu yang ada. Ke-24 jam ini bisa kita bagi dalam 3 bagian besar: 8 jam untuk tidur, 8 jasm untuk bekerja dan 8 jam untuk aktivitas lain (makan, mandi, perjalanan, nonton TV, berdoa, mengobrol, etc). Bila ada salah satu yang melenceng, misal tidur hanya 3 jam sehari. Cepat atau lambat metabolisme dan keseimbangan tubuh orang tersebut terganggu, akibatnya tubuh orang ini rentan terhadap penyakit.

Tuhan telah memberikan 24 jam sehari, kita harus mepergunakannya dengan tanggung jawab dan tepat. Bukan untuk memuaskan diri sendiri tapi setiap waktu yang ada harus kita pergunakan dengan benar dan tepat. Saat ini demam Facebook ada di mana-mana, tidak hanya orangtua, karyawan bahkan anak sekolah pun terkena imbasnya. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam di depan layar kompie untuk chatting atau main game, sedemikian terikatnya mereka sampai waktu ibadah pun dipergunakan untuk membuka Facebook. Melupakan waktu untuk tidur, waktu untuk bekerja, waktu untuk makan, waktu untuk berdoa, dll. Sikap tidak bertanggung jawab terhadap waktu, itu artinya kita sedang selingkuh dengan Tuhan.

2. KEUANGAN
Di Alkitab adalah sebuah pernyataan bahwa Allah hanya membandingkan diriNya dengan mamon. Iblis tahu akan hal ini dan dia menggunakan mamon untuk menjatuhkan manusia dan membuat manusia jauh dari Tuhan (termasuk pelayanan Tuhan) tidak ada yang terluput. Dengan mudahnya mereka menggunakan dana gereja untuk membiayai perjalanan pribadi (di luar pelayanan), belanja konsumerisme, atau menyelewengkan dana gereja untuk dana pribadi.

Banyak orang Kristen, menganggap bahwa uang yang mereka miliki adalah hak mereka sepenuhnya. Dan mereka dengan bebas mempergunakannya untuk kepentingan pribadi. Padahal, semua yang mereka miliki adalah milik Tuhan, kita hanya dipercaya untuk mengelolanya saja. Kita adalah bendara-bendaraNya Tuhan. Kita tidak berhak seperser pun atas uang tersebut dan penggunaan uang itu harus seizin pemiliknya yaitu: Tuhan.

Pemahaman yang salah mengenai uang, mengakibatkan banyak orang hidup dalam kesulitan dan terbelenggu. Mereka tidak mampu menikmati uang tersebut dengan benar. Saat kita sudah dapat memandang uang dengan cara pandang yang tepat dan benar, maka uang tersebut akan bekerja dengan benar. Kitalah yang harus menjadi majikan atas uang dan bukan uang yang menjadi majikan kita!

3. TANGGUNG JAWAB
Kedewasaan tidak ditentukan oleh faktor usia tapi pada sejauh mana kemampuannya dalam memikul tanggung jawab. Seorang ayah bertanggung jawab untuk menjadi nabi, imam, gembala dan kepala di rumah tangganya. Tapi coba anda lihat sekarang, dimana para ayah yang berperan dengan benar sesuai dengan panggilannya. Kebanyakan saat ini, para ayah mencoba melempar tanggung jawab itu dengan bersembunyi di balik hobby, di balik pekerjaan mereka, di balik masa lalu mereka, etc. Hingga akhirnya peran tanggung jawab ini diambil oleh para istri.

Setiap orang baik pria/wanita, dewasa/balita, kaya/miskin, memiliki tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kapasitasnya Setiap orang bertanggung jawab untuk menyelesaikan panggilan khusus dalam hidupnya. Bila tidak, itu artinya kita sedang menunda pekerjaan maha karya Allah. Bila kita lari atau menolak, penugasan itu. itu artinya kita sedang selingkuh dengan Tuhan.

4. PASANGAN/KELUARGA
Keluarga-keluarga saat ini sangat rentan terhadap perselingkuhan. Ada 2 macam tipe selingkuh di rumah tangga jenis WIL/PIL atau selingkuh hati. Banyak kita lihat saat ini, pernikahan-pernikahan yang hanya diatas kertas saja, tapi sudah bertahun-tahun mereka pisah ranjang atau tidak pernah berkomunikasi lagi. Masing-masing sibuk dengan pekerjaan atau asyik dengan hobbynya. Bagi mereka hal itu lebih memuaskan mereka daripada membangun hubungan dengan pasangan.

Saudaraku, ketahuilah, saat anda lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop dari pada dengan pasangan/keluarga anda itu artinya anda sudah mendua hati. Saat anda lebih suka curhat dengan orang lain daripada dengan istri/suami anda, itu artinya anda sudah selingkuh dengan dia. Saat anda menyembunyikan sesuatu terhadap keluarga anda, itu artinya anda sudah tidak setia pada keluarga anda.

Apapun yang terjadi dalam keluarga anda, baik atau buruk sekalipun, enak atau tidak enak sekalipun, anda harus berlaku setia terhadapnya. Karena ini adalah keluarga yang telah Tuhan tempatkan atas anda, untuk anda bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.

Anda adalah mempelai Kristus dan Kristus menetapkan suatu standar, mempelainya tidak boleh bercacat cela. Pada saat anda menduakan Tuhan dengan pekerjaan, anak, karier, keluarga, dll. Itu artinya anda sedang selingkuh dengan Tuhan.

Tuhan adalah Allah yang cemburu dan Dia tidak menginginkan kita untuk menduakannya, karena Dia tahu bila kita kati telah mendua hati, tidak akan bisa setia. Pasti akan condong ke yang satu dan mengabaikan yang lain.

5. PEKERJAAN
Ada mungkin pernah lihat tayangan reality show John Pantau. Dalam salah satu tayangannya pernah disorot mengenai pegawai pemda yang berkeliaran di mall-mall pada jam kerja. Saat disorot oleh kamerawan, mereka berlarian ataupun kalau ketangkap basah biasanya mengungkapkan 1001 macam alasan. Para karyawan pemda ini, mereka telah berlaku selingkuh kepada atasan dan departemen tempat dia bekerja, dengan menggunakan jam kerja untuk kepentingan mereka sendiri. Dari rumah datang ke kantor dengan menggunakan seragam pemda tapi begitu sampai di tempat, hanya tanda tangan, ngobrol-ngobrol, makan-makan lalu cabut shopping ke mall-mall. Makanya tak heran, terjadinya kebocoran-kebocoran karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan gaji yang harus dibayarkan. Dan ternyata hal ini pun banyak dilakukan oleh anak Tuhan. Cukup banyak yang menggunakan fasilitas kantor untuk pribadi, telephone berjam-jam untuk mengurus urusan pribadi, chatting berjam-jam pada jam kerja, mengambil ATK (alas tulis kantor) untuk dibawa pulang, dll.

Kolose 3:23, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Saudaraku, dimanapun ada berada baik bergerak dalam bidang bisnis atau pun karyawan sebuah perusahaan. Anda punya otoritas di atas anda. Karyawan otoritas tertinggi di atas anda adalah boss anda dan harus loyal terhadap perusahaan karena anda digaji oleh mereka. Dengan tindakan anda, mempergunakan fasilitas kantor untuk kepentingan sendiri itu artinya anda tidak setia kepada perusahaan anda. Kalaupun anda hendak berbisnis untuk menambah penghasilan lakukan di luar jam kantor dan pergunakan fasilitas sendiri, jangan mempergunakan fasilitas kantor. Janganlah kita menjadi pencuri-pencuri terselubung dan tidak loyal terhadap perusahaan dengan sikap kita yang mendua hati.

6. PELAYANAN
Dimanapun kita berada itu adalah ladang pelayanan kita baik di dunia market place atau di lingkungan gereja yang merupakan satu kesatuan, tidak dapat dipisahkan. Yang akan saya bahas disini adalah pelayanan dalam lingkup gereja. Akhir-akhir ini muncul trend baru dimana orang-orang berlomba-lomba membuka gereja-gereja di kota-kota besar, sibuk mengejar gelar pendeta, sibuk mempromosikan diri di media massa tujuannya adalah supaya cepat kaya dan mendapatkan kemudahan fasilitas. Mereka sibuk membangun gereja di kantung-kantung binis dengan alasan kaum bisnis adalah kaum yang super sibuk dan kita harus menjangkau mereka disana, belum lagi di mall-mall. Hal ini tidak salah, namun bila motivasinya adalah untuk mempertebal kocek para hamba-hamba Tuhan, ini yang salah. Dan yang cukup miris adalah promosi hamba-hamba TUHAN yang jor-jor an laiknya seorang selebritis.

Anda dan saya adalah hamba Tuhan, seorang hamba tidak lebih terhormat dari tuannya. Saat kita pelayanan, nama Tuhanlah yang seharusnya diagungkan dan ditinggikan bukan nama kita. Seperti rasul Paulus katakan “Biarlah Dia semakin besar dan aku (Yohanes Pembaptis) semakin kecil.”

Saat kita lebih memprioritaskan nama kita supaya dikenal orang dan dipuja-puja, itu artinya kita sedang mencuri kemuliaan Tuhan. Dan itu artinya kita sudah tidak setia lagi kepada Tuhan, karena kita lebih memprioritaskan keego-an kita (kedagingan) daripada Tuhan.

Intinya seseorang dikatakan selingkuh rohani bila:
- Fokus utamanya bukan lagi kepada Allah atau otoritas di atasnya tapi kepada dirinya atau manusia.
- Memakai nama Allah demi popularitas dirinya sendiri dan memperkaya dirinya sendiri.
- Dalam pekerjaan atau dalam berbisnis kita telah menggunakan fasilitas kantor utk kepentingan sendiri.
- Bila kita tidak memaximalkan potensi yang kita miliki dalam bidang yang kita pegang.
- Bila kita lebih memilih untuk mencari pertolongan kepada orang lain daripada datang kepada Tuhan.
- Bila menganggap bahwa Tuhan tidak tahu apa yang telah anda lakukan dan bisa dipermainkan.
- Bila kita tidak setia mengembangkan setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)

Kebenaran harus diberitakan dan harus dinyatakan. Ambillah keputusan sekarang juga. Jangan sampai ayat di atas terjadi pada anda.

Tuhan YESUS mengasihi Anda..


(Sumber: Liesye Herlyna)

Negara Terkaya di Dunia

Masih dalam rangka memperingati ke'merdeka'an Indonesia ke-65, tanpa sengaja saya menemukan artikel ini. Sungguh artikel yang membuat kita seharusnya banyak berdoa, bersyukur, berhenti untuk menertawakan negeri sendiri dan mulai berpikir "Apa yang bisa saya lakukan untuk negeri ini". Selamat membaca. Selamat berpikir. Selamat berdoa.

=====================================================================================

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

Inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.

baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.


Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas. yang mau bantu saya menghitung nilai tersebut saya persilahkan! hitunglah sendiri dan anda akan tercengang dengan nilainya

lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana.

bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi nakal, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.


2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.



Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.


letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu maka bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Luatan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.


Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.


6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.


Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.


Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?



Sebagai rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.


"Indonesia tanah air beta
disana tempat lahir beta,
dibuai dibesarkan bunda,
Tempat berlindung di hari Tua...
Hingga nanti menutup mata"

Memperingati HUT RI ke 65 Tahun
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010


=====================================================================================

sumber : http://www.suranegara.com/2010/08/negara-terkaya-di-dunia.html

Cari Blog Lain

Program Bisnis Internet Gratis