Dosa itu Nikmat, tapi ... (part 1)

Dosa itu nikmat ? Ga salah tuh tulisannya ? Coba baca sekali lagi .
Tidak, tulisannya memang berbunyi demikian. Mau dibaca sepuluh hingga dua puluh kali kemudian juga isinya tetap sama. Dosa itu nikmat. Dengan sikap jujur dan sangat terbuka, saya berani bilang kalo dosa itu nikmat. Kenikmatan dosa terbukti dari lamanya dan seringnya kita melakukan dosa. Mungkin ada baiknya kita kembali mengingat apa itu dosa yang kita kenal selama ini.

What is sin
(dosa) ?
Dosa, dalam pengertian sederhana yang kita tahu sama tahu adalah setiap perbuatan yang melanggar perintah Tuhan (PPKN banget ga sih ?). Bagi orang Kristen, dosa dalam bahasa aslinya tertulis "Hamartia" yang berarti luput dari sasaran. Ibarat panah yang tidak tertancap di posisi tengah (titik pusat). Itulah "Hamartia", beda 1/2 cm pun itu sudah tidak tepat sasaran. Begitu tajam dan seriusnya dosa, sampai-sampai kata "Hamartia" yang dipergunakan untuk melukiskannya dalam Bible. Dosa sudah diperdengungkan begitu sering, baik melalui hukum taurat yang ditulis oleh Allah sendiri maupun di dalam kitab suci yang ditulis oleh manusia-manusia yang digerakkan oleh RohNya. Nampaknya dosa menjadi salah satu concern yang utama di dalam penulisan kitab injil.

Dosa telah meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Mulai dari mata, mulut, telinga, hingga kaki kita semuanya berdosa. Dengan mata, orang bisa menjadi liar. Dari mulut, orang bisa menjatuhkan sesamanya. Melalui tangan, nyawa manusia pun terkesan murah harganya. Semua aspek ini ialah aspek yang terlihat (eksplisit), dimana orang-orang sekitar kita dapat langsung menilai tingkah dan perilaku kita berdasarkan aspek-aspek ini. Di luar aspek eksplisit ini ada 2 aspek implisit yang hanya dapat dinilai oleh dirinya dan Penciptanya sendiri yaitu hati dan pikiran. Aspek implisit ini sifatnya jauh lebih berbahaya, bisa dimanipulasi kapan saja tak terbatas ruang dan waktu dan sangat tersembunyi sekali. Aspek implisit ini (hati dan pikiran) adalah penggerak utama dari aspek eksplisit yang selalu gampang dinilai orang. Kita cenderung lebih mudah menghakimi "dia orang baik", "dia sopan", dia religius", "dia dermawan sekali" berdasarkan apa yang dia lakukan (aspek eksplisit) tanpa pernah menyadari sekalipun apa motivasinya (aspek implisit) di balik ini semua. Sehingga tak heran, jika ada orang yang terlihat baik, padahal bejat. Ada pejabat yang terlihat jujur, padahal korup dan ada orang yang terlihat saleh, padahal ia munafik. Semuanya berawal dari motivasi . Semuanya berawal dari hati.

Disamping aspek eksplisit dan implisit di atas, ternyata ada satu hal yang sederhana, namun ternyata juga dapat menimbulkan dosa. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Itu adalah bunyi dari Yakobus 4 : 17. Aplikasi dari ayat ini cukup sederhana. Jika kita tahu ada nenek tua renta mau nyebrang jalanan ramai, tapi kita tidak bantuin, kita berdosa (even PPKN taught us to help those people huh ?). Jika kita tahu ada temen yg mo nyontek, tapi kita pura2 cuek ga denger dan ga nasehatin, itu berdosa. Jika kita tahu pengabaran injil itu penting, tapi kita diem aja dengan alasan ga berani PI, itu juga uda dosa. Ketika temen sekantor kita ada yang korup, trus kita tutup mata, itu uda berdosa. So, sebenarnya dosa itu gampang banget deh ngelakuinnya. Just close your eyes and says "nothing wrong" : IT'S SIN. Mau cari aman sendiri ? Dosa. Mau cari nyaman sendiri ? Dosa. Gampang dan simple bukan ? hehehe ...

Jadi sebenarnya kita dari kecil sudah terlatih dan terbiasa hidup di tengah-tengah dosa. Orang kata Pemazmur kita itu sejak dilahirkan sudah berdosa kok (Maz 58:4). Jadi uda sangat lumrah dan wajar sekali kalo anak-anak kecil yang tidak pernah diajarkan untuk berdosa, bakal bisa sendiri melakukan dosa. Lagipula selama ini keknya belum pernah ada tuh kursus berbohong, mengeles, membunuh, dsb. Anehnya, kita sekali diajarin yang kaga bener pasti langsung bisa. ANeh ga ? aneh banget buat saya ...

Sinful Nature ..
Setelah kita ngomong panjang lebar soal dosa dan definisi nan teoritis di atas, kita kembali lagi pada inti dari notes ini : dosa itu nikmat. Dosa sudah mulai menggoda manusia sejak zaman Adam dan Hawa. Pada waktu itu bumi begitu bersih. Alam begitu alami. Manusia dan hewan saling berteman dan berdekatan. Bahkan tertulis dalam Kitab Kejadian 3 : 8 bahwa Tuhan Allah sampai bisa jalan-jalan di Taman Eden dan berkomunikasi dengan manusia layaknya tanpa batas. Luar biasa intimnya bukan ? Bener-bener bikin ngiri deh kalo dibayang-bayangin kondisi dunia sebelum dosa muncul ... Nikmat bukan ?

Dosa pertama kali muncul bukan dengan label yang menyeramkan, bukan dengan kemasan yang biasa-biasa saja dan bukan pula konsep yang kaku. Ia ditawarkan dan dikemas dalam bentuk yang begitu menggoda mata, nikmat dan terlihat baik tentunya sehingga Hawa pun akhirnya terggoda dan jatuh ke dalam dosa. Dosa pertama terjadi bukan ketika Hawa makan buah terlarang itu. Dosa pertama terjadi ketika Hawa dalam pikirannya sudah memberontak terhadap perintah dan kehendak Allah (aspek implisit). Apa yang ditawarkan oleh sang iblis kepada Adam & Hawa ? Bukan rasa buahnya yang lezat, tapi kedudukan yang setara dengan Allah. Ingin menyamai Allah. Ini masalah utama manusia yang berakar dan diturunkan kepada manusia-manusia selanjutnya menurut gambar dan rupa dari manusia pertama itu sendiri. Dosa turunan. Suatu hasrat untuk berbuat dosa baik diinginkan maupun tidak. A sinful nature.

Salahkan Adam ...
Mungkin ada beberapa dari kita yang coba protes sambil berkata, "Itu kan dosanya Adam, kenapa kita yang jadi kena getahnya ? Coba saya yang jadi Adam, pasti ga bakalan ngelawan Tuhan. Apa susahnya sih ga makan buah 1 pohon itu doang. Kurang bahagia apa coba tinggal di Taman Eden". Hal ini cukup manusiawi karena pada dasarnya kita tidak suka dipersalahkan dan lebih suka menyalahkan orang lain. Adam ,manusia pertama yang dibuat dan diberi hembusan nafas kehidupan langsung oleh Allah sendiri, saja bisa jatuh ke dalam dosa, apalagi kita. Adam hidup di dunia yang belum mengenal dosa. Adam adalah representasi dari umat manusia yang ada, KITA. Segala tindakan Adam kemungkinan besar pasti akan kita lakukan juga, jika kita ada di posisi dia waktu itu.

Becoming God
Kalau kita mau jujur, bukankah di dalam diri kita ada natur untuk menjadi yang utama dan terutama. Kita senang menjadi yang nomor 1. Dunia ini beserta segala isinya sedang mengajarkan kita menjadi yang terpintar, tercantik, terkaya, tercepat, terkenal. Kita pun berlomba-lomba bersaing dengan orang-orang sekeliling kita. Kita tidak senang melihat dia lebih kaya dari kita. Kita tidak suka jika melihat ada orang yg lebih berhasil dari kita. Sehingga sering kita bertanya "Kok dia lebih berhasil dari saya yah ?". Dalam diri kita ada natur bersaing. Sesama kita adalah saingan kita. Mereka objek yang harus kita kuasai dan kendalikan, bukan lagi subjek.

Egosentris, itu namanya. Semua kehendak dan keinginan berpusat pada diri. Diri yang harus berkuasa. Diri yang dianggap pintar. Diri yang dipuja-puja. Egosentris, menikmati diri, sudah menjadi strategi si licik sejak zaman Adam. Ia tahu titik lemah sang manusia yang empunya kehendak bebas ini. Ia mau bebas. Ia tak mau dikekang oleh siapa pun, bahkan oleh Penciptanya sendiri. Egosentris, sang pemuja kenikmatan dunia dan raga. Ia yang menjadikan manusia berlomba-lomba menjadi yang paling diagungkan dunia. Apa kata dunia, itulah impiannya. Sanggup ia menggadaikan urat malunya. Ia mampu membuat keluarga terpecah belah. Ia sanggup membuat manusia menggadaikan jiwanya pada kegelapan, demi fana yang sesaat. Yang penting aku aman, damai, kaya, tentram dan bahagia - itulah impiannya. Tak perlu orang lain, tak kenal sanak saudara.

Pada dasarnya, tidak ada manusia yang suka diatur. Ia memiliki kecenderungan untuk bertindak bebas dengan kehendak bebas yang ada padanya. Kita pun orang Kristen tidak suka bukan ketika Allah menetapkan rencana-rencanaNya pada kita. KIta berontak. Kita kabur. Kita menangis dan bertanya "Why God ?" Ini bukan apa yang saya mau. Kita tidak suka bergumul, karena kita tahu kehendak Tuhan seringkali tidak enak dan berlawanan dengan apa yang kita mau. Kita lebih menikmati jalan-jalan daripada ketika di gereja. Kita lebih menikmati baca novel daripada kitab suci.

Next : Dosa-dosa yang nikmat.


Bersambung
Metrisca Ardiana - Director

Mau coba usaha ini?
Modal ga sampe jutaan
ga perlu jadi stockist

Tapi penghasilannya bisa seperti saya
tiap bulan Alhamdulillah selalu terima di atas 7 juta :-)

Buat yg hobby jualan
Nikmati keuntungan langsung 23% dari penjualan produk

Buat yg hobby dandan
Nikmati diskon untuk setiap produk yg kamu beli
Daaan akan banyaaak hadiah produk kecantikan yg menariik buat kamu

Buat yang ga bisa jualan dan ga hobby dandan??
Teteep bisaa banget jalanin usaha ini
Mudah , murah & hasil nya juta juta ;)

Disini saya dapet penghasilan diatas 7 juta / bulan
Tanpa jualan dan saya benar2 ga hobby dandan :-) mau tau caranya?


Photobucket

simak baik2 yaa cerita saya
perkenalkan saya Risca, ibu muda (ngaku msh muda hehe), yang terjun di bisnis ini 3 tahun lalu, waktu masih exist di kantor ;-). Dari awal ga pernah bisnis apapun dan merasa ga bisa jualan. Tapi saya ingin dapat penghasilan selain gaji kantor saya saat itu. Cuma modal nekat, akhirnya saya mencoba berbisnis online, dengan modal awal yang ga sampai 50rb :-).

Yah bisnisnya oriflame..tapi temen-temen tau? Oriflame di sini tuh bedaaaa banget, karena kita bener-bener jalanin sistem bisnisnya & di support secara online banget. Jadi ga cuma jualan seperti yang temen-temen sering liat pada member-member oriflame lainnya. Saya disini, bisa berpenghasilan diatas 7 juta /bulan tanpa jualan .

Jujur... waktu awal saya jualan, tapi ga pake cuap-cuap loh. Saya cukup sebar katalog ke area kantor, titip ke receptionist kantor dan orderan masuk banyak hehe... untung penjualan saya bagi 2. Di bulan pertama bonus saya cuma 24 rb ( itu diluar untung sebar katalog tadi). Tapi karena saya terus pelajari sistemnya, terus cari tahu & terus membangun jaringan, akhirnya bonus saya setiap bulan naik. Sampai tepatnya setahun saya joint, bonus saya sampai di angka 6.068.000. Dan saya berhasil resign dari kantor, dengan kenekatan " Mau fokus jalanin bisnis ini di rumah"

Sekarang..setelah di rumah, jalanin bisnis ini dari rumah, sambil urus anak, urus rumah, saya udah ga bisa keluar untuk sebar-sebar katalog tadi. Tapi, bonus saya tetap di transfer setiap bulan. Saya memang udah ga jualan lagi, tapi saat ini saya mengalihkan pemakaian sehari hari di rumah ke ORIFLAME. temen-temen bisa liat list nya disini

Dan dari bisnis ini, dari bonus yang saya dapat setiap bulan..saya bisa mencicil mobil sendiri, tanpa mengganggu uang belanja yang di berikan suami saya :)

Photobucket
semua bisa koq...asal mau di coba. ga rugi bangeet gabung bisnis di sini bareng kita, karena modal nya ga besar, tapi hasilnya ga main-main.

Selingkuh Rohani

Selingkuh. Hmm....sebuah kata yang hanya terdiri dari 9 huruf namun memiliki dampak yang sangat hebat bagi manusia yang mendengarnya, terlebih bagi yang melakukannya. “Selingkuh” sinonim dengan tidak setia, tidak jujur, mendua hati. Banyak orang berfikir selingkuh itu hanya berkaitan dengan hubungan antar manusia, tapi sesungguhnya berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia. Dan terkadang tanpa kita sadari sebagai orang Kristen, kita sering melakukan selingkuh ini.

Kehidupan kekristenan yang sejati sesungguhnya dimulai dari hal yang rohani. Yang rohani itulah yang mempengaruhi hal yang fisik. Banyak orang salah persepsi, dengan menyangka bahwa jadi orang Kristen sudah cukup tanpa disertai perubahan karakter. Akibatnya mereka hanya menjadi Kristen-Kristen bunglon, yang suka berganti-ganti kepribadian tergantung lingkungan. Ada enam area rawan diselingkuhi:

1. WAKTU
Setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari. Namun sudahkah kita mempergunakannya dengan benar ? Banyak orang yang tidak tahu dan tidak mampu untuk memaximalkan waktu yang ada. Ke-24 jam ini bisa kita bagi dalam 3 bagian besar: 8 jam untuk tidur, 8 jasm untuk bekerja dan 8 jam untuk aktivitas lain (makan, mandi, perjalanan, nonton TV, berdoa, mengobrol, etc). Bila ada salah satu yang melenceng, misal tidur hanya 3 jam sehari. Cepat atau lambat metabolisme dan keseimbangan tubuh orang tersebut terganggu, akibatnya tubuh orang ini rentan terhadap penyakit.

Tuhan telah memberikan 24 jam sehari, kita harus mepergunakannya dengan tanggung jawab dan tepat. Bukan untuk memuaskan diri sendiri tapi setiap waktu yang ada harus kita pergunakan dengan benar dan tepat. Saat ini demam Facebook ada di mana-mana, tidak hanya orangtua, karyawan bahkan anak sekolah pun terkena imbasnya. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam di depan layar kompie untuk chatting atau main game, sedemikian terikatnya mereka sampai waktu ibadah pun dipergunakan untuk membuka Facebook. Melupakan waktu untuk tidur, waktu untuk bekerja, waktu untuk makan, waktu untuk berdoa, dll. Sikap tidak bertanggung jawab terhadap waktu, itu artinya kita sedang selingkuh dengan Tuhan.

2. KEUANGAN
Di Alkitab adalah sebuah pernyataan bahwa Allah hanya membandingkan diriNya dengan mamon. Iblis tahu akan hal ini dan dia menggunakan mamon untuk menjatuhkan manusia dan membuat manusia jauh dari Tuhan (termasuk pelayanan Tuhan) tidak ada yang terluput. Dengan mudahnya mereka menggunakan dana gereja untuk membiayai perjalanan pribadi (di luar pelayanan), belanja konsumerisme, atau menyelewengkan dana gereja untuk dana pribadi.

Banyak orang Kristen, menganggap bahwa uang yang mereka miliki adalah hak mereka sepenuhnya. Dan mereka dengan bebas mempergunakannya untuk kepentingan pribadi. Padahal, semua yang mereka miliki adalah milik Tuhan, kita hanya dipercaya untuk mengelolanya saja. Kita adalah bendara-bendaraNya Tuhan. Kita tidak berhak seperser pun atas uang tersebut dan penggunaan uang itu harus seizin pemiliknya yaitu: Tuhan.

Pemahaman yang salah mengenai uang, mengakibatkan banyak orang hidup dalam kesulitan dan terbelenggu. Mereka tidak mampu menikmati uang tersebut dengan benar. Saat kita sudah dapat memandang uang dengan cara pandang yang tepat dan benar, maka uang tersebut akan bekerja dengan benar. Kitalah yang harus menjadi majikan atas uang dan bukan uang yang menjadi majikan kita!

3. TANGGUNG JAWAB
Kedewasaan tidak ditentukan oleh faktor usia tapi pada sejauh mana kemampuannya dalam memikul tanggung jawab. Seorang ayah bertanggung jawab untuk menjadi nabi, imam, gembala dan kepala di rumah tangganya. Tapi coba anda lihat sekarang, dimana para ayah yang berperan dengan benar sesuai dengan panggilannya. Kebanyakan saat ini, para ayah mencoba melempar tanggung jawab itu dengan bersembunyi di balik hobby, di balik pekerjaan mereka, di balik masa lalu mereka, etc. Hingga akhirnya peran tanggung jawab ini diambil oleh para istri.

Setiap orang baik pria/wanita, dewasa/balita, kaya/miskin, memiliki tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kapasitasnya Setiap orang bertanggung jawab untuk menyelesaikan panggilan khusus dalam hidupnya. Bila tidak, itu artinya kita sedang menunda pekerjaan maha karya Allah. Bila kita lari atau menolak, penugasan itu. itu artinya kita sedang selingkuh dengan Tuhan.

4. PASANGAN/KELUARGA
Keluarga-keluarga saat ini sangat rentan terhadap perselingkuhan. Ada 2 macam tipe selingkuh di rumah tangga jenis WIL/PIL atau selingkuh hati. Banyak kita lihat saat ini, pernikahan-pernikahan yang hanya diatas kertas saja, tapi sudah bertahun-tahun mereka pisah ranjang atau tidak pernah berkomunikasi lagi. Masing-masing sibuk dengan pekerjaan atau asyik dengan hobbynya. Bagi mereka hal itu lebih memuaskan mereka daripada membangun hubungan dengan pasangan.

Saudaraku, ketahuilah, saat anda lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop dari pada dengan pasangan/keluarga anda itu artinya anda sudah mendua hati. Saat anda lebih suka curhat dengan orang lain daripada dengan istri/suami anda, itu artinya anda sudah selingkuh dengan dia. Saat anda menyembunyikan sesuatu terhadap keluarga anda, itu artinya anda sudah tidak setia pada keluarga anda.

Apapun yang terjadi dalam keluarga anda, baik atau buruk sekalipun, enak atau tidak enak sekalipun, anda harus berlaku setia terhadapnya. Karena ini adalah keluarga yang telah Tuhan tempatkan atas anda, untuk anda bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.

Anda adalah mempelai Kristus dan Kristus menetapkan suatu standar, mempelainya tidak boleh bercacat cela. Pada saat anda menduakan Tuhan dengan pekerjaan, anak, karier, keluarga, dll. Itu artinya anda sedang selingkuh dengan Tuhan.

Tuhan adalah Allah yang cemburu dan Dia tidak menginginkan kita untuk menduakannya, karena Dia tahu bila kita kati telah mendua hati, tidak akan bisa setia. Pasti akan condong ke yang satu dan mengabaikan yang lain.

5. PEKERJAAN
Ada mungkin pernah lihat tayangan reality show John Pantau. Dalam salah satu tayangannya pernah disorot mengenai pegawai pemda yang berkeliaran di mall-mall pada jam kerja. Saat disorot oleh kamerawan, mereka berlarian ataupun kalau ketangkap basah biasanya mengungkapkan 1001 macam alasan. Para karyawan pemda ini, mereka telah berlaku selingkuh kepada atasan dan departemen tempat dia bekerja, dengan menggunakan jam kerja untuk kepentingan mereka sendiri. Dari rumah datang ke kantor dengan menggunakan seragam pemda tapi begitu sampai di tempat, hanya tanda tangan, ngobrol-ngobrol, makan-makan lalu cabut shopping ke mall-mall. Makanya tak heran, terjadinya kebocoran-kebocoran karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan gaji yang harus dibayarkan. Dan ternyata hal ini pun banyak dilakukan oleh anak Tuhan. Cukup banyak yang menggunakan fasilitas kantor untuk pribadi, telephone berjam-jam untuk mengurus urusan pribadi, chatting berjam-jam pada jam kerja, mengambil ATK (alas tulis kantor) untuk dibawa pulang, dll.

Kolose 3:23, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Saudaraku, dimanapun ada berada baik bergerak dalam bidang bisnis atau pun karyawan sebuah perusahaan. Anda punya otoritas di atas anda. Karyawan otoritas tertinggi di atas anda adalah boss anda dan harus loyal terhadap perusahaan karena anda digaji oleh mereka. Dengan tindakan anda, mempergunakan fasilitas kantor untuk kepentingan sendiri itu artinya anda tidak setia kepada perusahaan anda. Kalaupun anda hendak berbisnis untuk menambah penghasilan lakukan di luar jam kantor dan pergunakan fasilitas sendiri, jangan mempergunakan fasilitas kantor. Janganlah kita menjadi pencuri-pencuri terselubung dan tidak loyal terhadap perusahaan dengan sikap kita yang mendua hati.

6. PELAYANAN
Dimanapun kita berada itu adalah ladang pelayanan kita baik di dunia market place atau di lingkungan gereja yang merupakan satu kesatuan, tidak dapat dipisahkan. Yang akan saya bahas disini adalah pelayanan dalam lingkup gereja. Akhir-akhir ini muncul trend baru dimana orang-orang berlomba-lomba membuka gereja-gereja di kota-kota besar, sibuk mengejar gelar pendeta, sibuk mempromosikan diri di media massa tujuannya adalah supaya cepat kaya dan mendapatkan kemudahan fasilitas. Mereka sibuk membangun gereja di kantung-kantung binis dengan alasan kaum bisnis adalah kaum yang super sibuk dan kita harus menjangkau mereka disana, belum lagi di mall-mall. Hal ini tidak salah, namun bila motivasinya adalah untuk mempertebal kocek para hamba-hamba Tuhan, ini yang salah. Dan yang cukup miris adalah promosi hamba-hamba TUHAN yang jor-jor an laiknya seorang selebritis.

Anda dan saya adalah hamba Tuhan, seorang hamba tidak lebih terhormat dari tuannya. Saat kita pelayanan, nama Tuhanlah yang seharusnya diagungkan dan ditinggikan bukan nama kita. Seperti rasul Paulus katakan “Biarlah Dia semakin besar dan aku (Yohanes Pembaptis) semakin kecil.”

Saat kita lebih memprioritaskan nama kita supaya dikenal orang dan dipuja-puja, itu artinya kita sedang mencuri kemuliaan Tuhan. Dan itu artinya kita sudah tidak setia lagi kepada Tuhan, karena kita lebih memprioritaskan keego-an kita (kedagingan) daripada Tuhan.

Intinya seseorang dikatakan selingkuh rohani bila:
- Fokus utamanya bukan lagi kepada Allah atau otoritas di atasnya tapi kepada dirinya atau manusia.
- Memakai nama Allah demi popularitas dirinya sendiri dan memperkaya dirinya sendiri.
- Dalam pekerjaan atau dalam berbisnis kita telah menggunakan fasilitas kantor utk kepentingan sendiri.
- Bila kita tidak memaximalkan potensi yang kita miliki dalam bidang yang kita pegang.
- Bila kita lebih memilih untuk mencari pertolongan kepada orang lain daripada datang kepada Tuhan.
- Bila menganggap bahwa Tuhan tidak tahu apa yang telah anda lakukan dan bisa dipermainkan.
- Bila kita tidak setia mengembangkan setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)

Kebenaran harus diberitakan dan harus dinyatakan. Ambillah keputusan sekarang juga. Jangan sampai ayat di atas terjadi pada anda.

Tuhan YESUS mengasihi Anda..


(Sumber: Liesye Herlyna)

Cari Blog Lain

Program Bisnis Internet Gratis