Parents

Salah satu perubahan yang harus dihadapi tapi sering kita hindari oleh pasangan yang sudah menikah adalah … perubahan hubungan dengan orang tua (baik ortu kita sendiri maupun ortu pasangan yang sekarang juga jadi ortu kita). Ini hal yang jarang dibicarakan karena kita tidak suka untuk membicarakan ini.



En kita ngga suka membicarakan ini, karena sedikit banyak ini akan menimbulkan terjadinya perbedaan pendapat, en di dalam budaya kita,

berbeda pendapat dengan ortu = tidak menghormati = anak tidak berbakti = kualat. *sigh …*

That’s why … we don’t like to talk about this. We try as much as we can to avoid perbedaan pendapat dengan orang tua kita. Tanpa kita sadar, bahwa dengan menghindari perbedaan pendapat maka tidak akan ada hubungan yang sehat. Yang ada hanya hubungan yang dangkal en cuman di permukaan saja.

Prinsip ini berlaku di semua hubungan. Kalo suami istri selalu menghindari perbedaan pendapat, berarti ada salah satu pihak yang terus menerus mengalah en itu cuman akan jadi bom waktu. Gue ngga selalu sependapat dengan Tepen. Banyak kali kita berbeda pendapat bahkan berseberangan. Namun di saat kita berbeda pun, kita selalu berusaha untuk mengingat bahwa, “I love you and I do honor you.” Pendapat kita bisa berbeda tapi aku tetep sayang kamu dan aku tetap menghormatimu. Bukan aku sayang kamu kalo kamu sama denganku, atau aku baru hormat sama kamu kalo kamu mengubah pandanganmu. Tapi kalopun kamu tetap tidak setuju, aku tetep sayang kamu. En sebagai istri, kalo dari perbedaan itu harus dibuat keputusan,maka I’ll honor and obey every decision that he make.

Jadi, mengasihi dan menghormati itu BERBEDA dengan SELALU SETUJU/SEPENDAPAT. Itu beda. Kita bisa TETAP mengasihi orang yang berbeda pendapat dengan kita. Dan kita bisa TIDAK MENGASIHI orang sekalipun kita SELALU SETUJU dengan dia. Coz kita setuju bukan karena itu dari hati kita tapi kita setuju karena kita takut ... Takut diomelin. Takut diomongin orang. Takut dicap anak durhaka. Takut dicap berbakti. Takut berdosa ...

Kasih itu sesuatu yang mengalir dari hati dan bukan keluar karena keterpaksaan.

“Tapi Grace … ortu kita kan belon tentu setuju dengan itu en mereka belon tentu punya pendapat yang sama dengan kita!”

Betul … guys. BETUL SEKALI … Belon tentu ortu kita setuju dengan hal ini.

Sangat mungkin ortu kita berpendapat bahwa menghormati = nurut 1000%. TITIK. :p

But kalo kita ikut-ikutan ngambek en berpikir bahwa ortu kita harus setuju sama kita baru kita mau hormat sama mereka, yah kita sama juga donkksss … :p That’s why we need God. We need God to build a bridge. A communication bridge with our parents. We absolutely need God.

Ketika ada perbedaan pendapat kita harus menyampaikan dengan tetap dengan hormat sambil berdoa supaya Tuhan sendiri yang membuka jalan. Gue sangat memegang ayat ini ketika gue berhubungan dengan orang-orang yang lebih senior dari gue

“Sama seperti TUHAN mengatur air sungai supaya mengalir menurut kehendak-Nya, begitu juga Ia membimbing pikiran raja.” Amsal 21 : 1 (BIS)

Yg versi NKJV lebih jelas lagi,The king's heart [is] in the hand of the LORD, [Like] the rivers of water; He turns it wherever He wishes.

Hati raja (hati orang tua, hati bos, hati atasan) itu semua ada di tangan Tuhan. Dan Tuhan sangup mengubahnya kemanapun Ia mau.

“Tapi Grace, orang tua gue belon Kristen!”

So what gitu loh?! :p Baca ayat di atas baik-baik. Ayat diatas tidak bicara, “Hati Raja Kristen ada di dalam tangan Tuhan.” Atau “Hati raja yang percaya kepada Tuhan ada di dalam tangan Tuhan.” Tapi “Hati raja ada di dalam tangan Tuhan.” Titik. Artinya, hati orang yang belon percaya pun, hati orang atheis pun ada di dalam tangan Tuhan!

Gue percaya Allah yang gue sembah itu bukan hanya Allahnya orang Kristen. Allah yang gue sembah tidak hanya berkuasa atas diri org Kristen. Tapi Allah yang gue sembah itu Allah pencipta langit dan bumi dan seluruh manusia.

Manusia bisa tidak mengakui Allah sebagai Allah. Tapi itu tidak merubah fakta bahwa Allah TETAP Allah yang menciptakan dia dan BERKUASA atas hidupnya. :)

So, gue percaya ketika ada perbedaan pendapat dengan orang tua, kalo kita berdoa dengan sungguh-sungguh, kalo itu emank rencana-Nya Tuhan bisa mengubah hati mereka. I’ve seen God made this verse alive for me few times when I was in China. Ketika gue berhadapan dgn orang-orang yang tidak percaya Tuhan itu ada, tapi Tuhan tetep bekerja melalui mereka. Itu lah yang membuat gue sangat percaya, Tuhan kita, itu Tuhan atas semua orang. Baik yang percaya pada-Nya Dia maupun tidak.

Oke balik lagi ke orang tua,Setelah menikah kita tetap harus menghormati orang tua, tapi ... kita tunduk suami kita. Bukan dibalik loh yaa ... so kita HORMAT pada ortu dan TUNDUK pada suami. demikian juga para suami, HORMAT pada ortu dan MENGASIHI istri.


sumber : http://www.facebook.com/notes/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/parents/428025192961

Cari Blog Lain